Arsip Blog

Jumat, 05 Juni 2015

Tim Nas






Timnas kita tidak juga membaik, ada harapan harapan yang sudah muncul beberapa waktu lalu tapi kemudian pupus lagi.

Mengapa Tim nas sepakbola kita tetap saja seperti itu? tidak juga ada langkah maju.

Kalau aku diberi kesempatan mengurus tim nas akan aku lakukan hal-hal dengan patokan seperti ini:

  • Seleksi pemain harus benar, bersih dan berkualitas
  • Pelatihan pemain harus benar, ada target dan komitmen
  • Permainan harus sesuai arahan pelatih, berjuang penuh, cerdas dan bertenaga

Seleksi Pemain
 
Seleksi pemain memegang peranan penting, ibarat kalau kita maju berperang maka para pemain timnas adalah jagoan/panglima/laskar perang yang harus bisa diandalkan. Dari 200 juta orang Indonesia, kita bisa saring dengan kriteria sebagai berikut untuk membentuk timnas impian kita semua.

Persyaratan umum  :
  1. Laki laki normal usia 10 s/d 25 tahun.
  2. Tinggi badan minimum 180 cm.
  3. Berat badan ideal sesuai dengan tinggi badan.
  4. Bertubuh sehat dan normal (tidak cacat), bentuk badan proporsional, tidak kegemukan dan tidak terlalu kurus.
  5. Memiliki IQ lebih tinggi dari ukuran normal (minimum 112)
  6. Tidak memiliki penyakit yang menyebabkan stamina turun.
  7. Tidak merokok dan minum alkohol apalagi narkoba.
  8. Menyukai permainan sepakbola.


Mengapa harus tinggi sekali ? Ya! karena permainan sepak bola adalah permainan dimana bola selalu terpental dan melambung, apabila postur tubuh pemain timnas selalu kalah tinggi, jangan berharap bisa menang, sampai kapanpun akan diungguli pemain lawan.

 Persyaratan khusus:
  1. Bisa berlari kencang sprint (jarak pendek) dengan kecepatan minimum : 25 Km per jam
  2. Bisa berlari cepat (jarak panjang) dengan kecepatan minimum 10 Km per jam
  3. Bisa berlari dengan mata tertup kearah tujuan sejauh 10 meter tanpa melenceng tidak lebih dari 30 detik.
  4. Bisa berlari dan bergerak terus dalam lapangan bola selama 90 menit tanpa istirahat.
  5. Bisa melompat dan menjangkau "sesuatu" setinggi 2,5 meter dengan sundulan kepala.
  6. Bisa berlari maju, mundur dan menyamping kanan dan kiri dengan cepat.
  7. Bermental kuat, tidak gampang menyerah.


 Persyaratan ketrampilan dasar pertahanan (tanpa lawan):  
  1. Bisa menahan bola datar dengan sudut 0-45 derajat dengan kaki kanan maupun kiri.
  2. Bisa menahan bola lambung dengan sudut 45-60 derajat dengan paha kanan maupun kiri.
  3. Bisa menahan bola lambung dengan sudut 60-90 derajat dengan kepala, dada dan kaki.
  4. Kuat menahan tendangan bola dengan kecepatan bola 60 Km/jam dan sudut datang 30-45 derajat dari tanah dengan dada.
  5. Bisa menahan bola liar mengarah ke gawang sendiri dengan paha, kaki salto, maupun dengan pembelokan arah bola dengan kepala.
 Persyaratan ketrampilan dasar serangan (tanpa lawan):
  1. Bisa menendang bola dari depan, samping kiri, samping kanan, dan belakang kaki.
  2. Bisa menendang bola dengan kaki kanan dan kaki kiri.
  3. Bisa menendang bola dari titik penalti sendiri dan menjangkau gawang lawan dengan sudut tendangan 45 - 60 derajat.
  4. Bisa menendang bola dari sudut lapangan lawan ke arah gawang lawan dan berhasil masuk tanpa mengenai mistar, baik dengan kaki kiri maupun kanan, baik bola datar maupun lambung.
  5. Bisa menendang bola dari titik penalti lawan ke gawang lawan dan berhasil masuk tanpa mengenai mistar, baik dengan kaki kiri maupun kanan, baik bola datar maupun lambung.
 Persyaratan ketrampilan dasar pertahanan (dengan lawan): 
  1. Bisa berlari menempel lawan pada jarak 1 meter terus mengikuti tanpa melihat lawan yang ditempel, melainkan fokus pada bola.
  2. Bisa memotong bola umpan datar yang lewat tegak lurus didepannya pada jarak lurus 3 meter dengan posisi awal diam.
  3. Bisa memotong bola umpan lambung yang datang dari arah depan, dengan posisi didepan lawan, dan langsung umpan ke posisi belakang untuk pengamanan tidak lebih dari 3 detik.
  4. Bisa memainkan pola umpan segitiga pengamanan dengan 2 pemain tim yang lain, dengan penguasaan bola tidak lebih dari 3 detik harus sudah diumpan lagi.
  5. Mampu melihat posisi teman yang aman dalam waktu 3 detik.
  6. Mampu berlari ke posisi aman dalam waktu 3 detik di daerah sendiri.
  7. Mampu menguasai bola dalam posisi aman dalam waktu 7 detik sebelum segera diumpan, untuk pengaturan posisi tim sebelum penyerangan dimulai.
  8. Bisa melakukan sliding tackle yang bersih dan aman untuk membuang bola keluar lapangan dengan posisi bola 1/4 lapangan menuju gawang tim.
  9. Bisa melakukan heading out bola keluar lapangan
    dengan posisi bola 1/4 lapangan menuju gawang tim.

Persyaratan ketrampilan dasar serangan (dengan lawan): 
  1. Bisa berlari dan menjaga jarak lawan yang menempel dengan jarak hindar 1,5 meter terus menghindar tanpa melihat lawan yang menempel, melainkan fokus pada bola.
  2. Bisa mengumpan bola datar dengan memperhitungkan lawan yang bisa memotong bola umpan yang lewat didepannya pada jarak lurus 3,5 meter.
  3. Bisa memberi bola umpan lambung dengan selalu memperhitungkan bahwa rekan tim selalu pada posisi didepan lawan.
  4. Bisa memainkan pola umpan lambung segitiga serangan dengan 2 pemain tim yang lain, dengan penguasaan bola tidak lebih dari 2 detik harus sudah diumpan lagi.
  5. Mampu melihat posisi teman yang aman dalam waktu 3 detik pada saat penguasaan bola.
  6. Mampu melihat posisi kosong tak terjaga dalam waktu 1 detik.
  7. Mampu berlari ke posisi kosong tak terjaga dalam waktu 2 detik dari kemelut di daerah lawan.
  8. Mampu menguasai bola dalam kondisi akan direbut lawan dalam waktu 5 detik sebelum segera diumpan, 5 detik diperlukan untuk pengaturan posisi serangan tim yang telah disepakati.

Proses Seleksi

Pada saat seleksi hal diatas dilakukan semua yaitu dengan tahap-tahap
  1. Membuka pendaftaran calon pemain tim nas dengan mengisi data pribadi secara online dan jujur, semua orang boleh mengisi, kesempatan dibuka seluas-luasnya dan diiklankan di media masa sebanyak-banyaknya.
  2. Menutup pendaftaran
  3. Melakukan proses penyaringan berdasarkan Jenis kelamin dan usia
  4. Melakukan proses penyaringan berdasarkan tinggi badan
  5. Melakukan proses penyaringan berdasarkan berat badan
  6. Dari data yang tersaring, diminta untuk mengirimkan Foto seluruh badan dan surat keterangan sehat dan normal  dan hasil tes IQ
  7. Melakukan proses penyaringan berdasarkan Postur tubuh, kesehatan dan IQ
  8. Dari data yang tersaring dilakukan uji fisik dan kemampuan untuk menyaring lebih lanjut dengan memusatkan pada stadion di kota-kota besar misalnya Jakarta, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan, Padang, Palembang, Ujung pandang, Palu, Manado, Mataram, Bima, Ende, Ambon, Jayapura. Di kota kota itu akan diuji persayaratan ketrampilan khusus dari point 1 s/d 6
  9. Yang lolos pada tahap ini datanya akan dikirimkan ke pusat untuk proses lebih lanjut.
  10. Data calon pemain timnas yang masuk akan dipanggil untuk diuji secara psikotes apakah calon yang dipanggil tersebut mempunyai mental yang kuat, semua dengan biaya dari PSSI atau negara melalui menpora. Dapat dipusatkan di Indonesia Barat, Indonesia Tengah, dan Indonesia Timur.
  11. Setelah itu calon akan diuji saring lanjutan yaitu: persyaratan ketrampilan dasar pertahanan (tanpa lawan) dan persyaratan ketrampilan dasar serangan (tanpa lawan). Dapat dipusatkan di Indonesia Barat, Indonesia Tengah, dan Indonesia Timur. Calon yang gugur dipersilahkan pulang.
  12. Calon pemain yang masih lolos, diuji lagi dengan tantangan lebih berat yaitu persyaratan ketrampilan dasar pertahanan (dengan lawan) dan persyaratan ketrampilan dasar serangan (dengan lawan). Dapat dipusatkan di Indonesia Barat, Indonesia Tengah, dan Indonesia Timur. Calon yang gugur dipersilahkan pulang.

Proses Pelatihan

Dari semua calon pemain timnas, dilakukan langkah lebih lanjut pembentukan tim danen proses  pelatihan yang bertujuan untuk :
  1. Melatih dan meningkatkan skill individual.
  2. Melatih dan meningkatkan skill kerjasama.
  3. Merancang dan mencoba strategi.
Proses itu diulang setiap hari selama 2 tahun


Latihan ketrampilan individual : 

Adalah melatih ulang semua yang dipersyaratkan di persyaratan ketrampilan dasar pertahanan dan ketrampilan dasar serangan ditambah dengan ketrampilan lanjutan individual



Ketrampilan lanjutan individual
  1. Ketrampilan dribling melewati satu lawan, tanpa bantuan teman
  2. Ketrampilan dribling melewati dua lawan, tanpa bantuan teman
  3. Ketrampilan dribling melewati satu lawan, dengan bantuan teman.
  4. Ketrampilan dribling melewati dua lawan, dengan bantuan teman.
  5. Menciptakan dan mempraktekkan 5 macam gerak tipu dengan bola untuk melewati lawan atau mengumpan.
  6. Menciptakan dan mempraktekkan 5 macam gerak tipu tanpa bola untuk mencari posisi aman.
  7. Menciptakan dan mempraktekkan 5 macam gerak tipu dengan bola berakhir eksekusi di depan kiper lawan.


Latihan ketrampilan kerjasama pertahanan :
  1. Kerjasama membentuk posisi pola pertahanan statis tidak bergerak 3 orang dan mengalirkan bola dengan lancar dari satu pemain ke pemain lain, dengan kecepatan umpan yang tinggi, tanpa lawan (lawan = 0).
  2. Kerjasama membentuk posisi pola pertahanan bergerak dinamis 3 orang dan mengalirkan bola dengan lancar dari satu pemain ke pemain lain, dengan kecepatan umpan yang tinggi, tanpa lawan (lawan = 0).
  3. Kerjasama membentuk posisi pola pertahanan statis dan dinamis dengan  kombinasi perlawanan sbb :
    3 vs 0, 3 vs 1,
    3 vs 2, 3 vs 3, 3 vs 4, 3 vs 5, 3 vs 6, 3 vs 7
  4.  Kerjasama membentuk posisi pola pertahanan statis dan dinamis dengan  kombinasi perlawanan sbb :
    4 vs 0, 4 vs 1,
    4 vs 2, 4 vs 3, 4 vs 4, 4 vs 5, 4 vs 6, 4 vs 7
  5. Kerjasama membentuk posisi pola pertahanan statis dan dinamis dengan  kombinasi perlawanan sbb :
    5 vs 0, 5 vs 1,
    5 vs 2, 5 vs 3, 5 vs 4, 5 vs 5, 5 vs 6, 5 vs 7
  6. Kerjasama membentuk posisi pola pertahanan statis dan dinamis dengan  kombinasi perlawanan sbb :
    6 vs 0, 6 vs 1,
    6 vs 2, 6 vs 3, 6 vs 4, 6 vs 5, 6 vs 6, 6 vs 7

Latihan ketrampilan kerjasama penyerangan :
  1. Kerjasama membentuk posisi pola serangan statis tidak bergerak 3 orang dan mengalirkan bola dengan lancar dari satu pemain ke pemain lain, dengan kecepatan umpan yang tinggi, tanpa lawan (lawan = 0).
  2. Kerjasama membentuk posisi pola serangan bergerak dinamis 3 orang dan mengalirkan bola dengan lancar dari satu pemain ke pemain lain, dengan kecepatan umpan yang tinggi, tanpa lawan (lawan = 0), diakhiri dengan eksekusi bola goal ke gawang lawan.
  3. Kerjasama membentuk posisi pola serangan statis dan dinamis dengan  kombinasi perlawanan sbb :
    3 vs 0, 3 vs 1,
    3 vs 2, 3 vs 3, 3 vs 4, 3 vs 5, 3 vs 6, 3 vs 7
  4.  Kerjasama membentuk posisi pola serangan statis dan dinamis dengan  kombinasi perlawanan sbb :
    4 vs 0, 4 vs 1,
    4 vs 2, 4 vs 3, 4 vs 4, 4 vs 5, 4 vs 6, 4 vs 7
  5. Kerjasama membentuk posisi pola serangan statis dan dinamis dengan  kombinasi perlawanan sbb :
    5 vs 0, 5 vs 1,
    5 vs 2, 5 vs 3, 5 vs 4, 5 vs 5, 5 vs 6, 5 vs 7
  6. Kerjasama membentuk posisi pola serangan statis dan dinamis dengan  kombinasi perlawanan sbb :
    6 vs 0, 6 vs 1,
    6 vs 2, 6 vs 3, 6 vs 4, 6 vs 5, 6 vs 6, 6 vs 7

Latihan skill strategi :
  1. Merancang 30 macam posisi pola serangan, menghapal, dan mencoba posisi pola serangan tersebut tiap hari.
  2. Merancang 30 jurus serangan, sebagai langkah lanjut dari 30 macam posisi pola serangan. Jurus yang dimaksud adalah gerakan tim yang mengarah ke posisi lemah lawan.
  3. Melihat pola gerakan lawan, dan menentukan kapan harus menghentikan serangan lawan agar tidak kebobolan.
  4. Melihat pola gerakan lawan dan menentukan jurus apa yang terbaik untuk menyerang. Komando dan kode nomor jurus yang dipakai dengan melihat kode ke kapten tim. Harus ada kode yang disepakati apabila mau berganti jurus serangan.
  5. Melatih jebakan offside untuk satu, dua, atau tiga orang lawan.
Target latihan
Harus ditentukan target pencapain secara individual dan tim, dinilai dalam bentuk score dan diumumkan keseluruh anggota timnas contoh 

Nama           Anton
Item latihan  Sprint
Target           30 Km/jam
Pencapaian  29 Km/Jam


Item latihan  pola serangan statis 3 vs 0
Target           gol di detik ke 10
Pencapaian  gol di detik ke 15



Kebutuhan Training partner

Untuk pelatihan diatas membutuhkan jumlah training partner yang tidak sedikit, karena satu orang bisa dilatih-lawan oleh  banyak orang. untuk itu maka calon timnas yang gagal melewati saringan dapat dipanggil untuk menjadi training partner dengan gaji yang wajar. Biaya training partner ini harus dibiayai oleh PSSI atau negara melalui Menpora.







Tidak ada komentar:

Pengarang