Arsip Blog

Kamis, 04 Agustus 2016

CV Dunia Digital - Bogor | Tokopedia

CV Dunia Digital - Bogor | Tokopedia: Belanja online aman dan nyaman dari CV Dunia Digital - Online Trusted

Selasa, 09 Juni 2015

Jalan Berlubang


Jalan berlubang membuat kita kesal, jalan jadi macet, perjalanan tidak nyaman. Lebih parah lagi pada musim hujan, kita harus ekstra hati-hati.

Mengapa jalan raya kita berlubang, dan mengapa "dibiarkan" oleh pemerintah. Memang kadang ada proyek untuk perbaikan jalan, namun sepertinya proyek itu hanya asal-asalan, memperbaikinya juga asal-asalan.

Saya mulai berpikir apakah proyek ini dikorupsi sehingga hasilnya sangat tidak memuaskan. Karena hanya dalam hitungan bulan, jalan sudah rusak lagi, jalan yang sudah diperbaiki ini tidak bertahan lama.

Kalau memang di korupsi, maka akan susah baiknya, dan rakyat yang menderita. Alurnya mungkin seperti ini, saya tidak tahu pastinya hanya mereka reka saja


  • Ada Laporan Masyarakat tentang kerusakan jalan.
  • Usulan perbaikan dari pemda kepada DPRD II
  • Usulan disetujui oleh DPRD II
  • Penyusunan anggaran oleh pemerintah
  • Persetujuan anggaran oleh DPRD II
  • Menunjuk pelaksana proyek
  • Pelaksanaan proyek perbaikan jalan


Apabila proyek ini dikorupsi, maka alur urutannya adalah sebagai berikut
  • Pengusaha calon pelaksana proyek "menyumbang uang" kepada caleg anggota DPRD, dan cabup pada saat mereka kampanye.
  • Ada laporan dari calon pelaksana proyek yang akan bagi bagi uang tentang jalan yang berlubang "lagi" kepada pemerintah.
  • Usulan perbaikan dari pemda kepada DPRD II, dengan janji ada uang rembugan, dan jangan lupa mark up untuk kita bertiga.
  • Usulan disetujui oleh DPRD II karena ada janji tentang uang rembugan.
  • Penyusunan anggaran oleh pemerintah sesuai mark up yang disetujui bersama.
  • Persetujuan anggaran oleh DPRD II karena ada janji uang rembugan
  • Menunjuk pelaksana proyek, yang pasti jatuh kepada yang sudah menjanjikan uang rembugan.
  • Pelaksanaan proyek perbaikan jalan sekedarnya dengan biaya seadanya, asal uang rembugan tetap aman.
  • Proyek selesai, mari bagi-bagi uang rembugan, kita tunggu hujan datang dan jalan rusak lagi.

Pemikiran saya cara untuk menghentikan siklus dosa berulang seperti ini adalah sebagai berikut:
  • Ada media penampung laporan terbuka dan tanpa nama kepada presiden untuk hal-hal seperti ini.
  • Presiden meneruskan kepada Menteri PU
  • Menteri PU menegur Bupati atau kepala daerah yang bertanggung jawab
  • Dibuat proyek perbaikan yang benar dengan biaya pemerintah daerah dan subsidi pemerintah pusat untuk membuat perbaikan jalan yang "seharusnya" dan untuk menghentikan siklus dosa berulang ini.
  • Dibentuk tim pengawas proyek dari masyarakat setempat yang melakukan secara voluntir (kerja suka rela), dan dipastikan orangnya jujur.
  • Usulan proyek dan biayanya disetujui oleh Presiden untuk mengambil dana dari anggaran kementerian PU dan Pemerintah daerah.
  • Penunjukan pelaksana proyek diawasi tim pengawas
  • Pelaksanaan proyek dengan semestinya, seluruh biaya harus digunakan semestinya, tidak ada uang mengalir ke pemerintah maupun ke DPRD
  • Proyek selesai dengan baik, jalan awet dan bertahan lama.




Untuk membuat jalan yang awet berikut ini adalah usulan pemikiran yang bisa dimanfaatkan
  • Saluran air di kiri dan kanan jalan harus berfungsi, karena kalau tidak berfungsi, jalan raya akan kebanjiran air hujan, dan sudah pasti jalan akan rusak lagi. Jangan menutup mata akan hal ini, dengan niat jahat supaya jalan rusak lagi, bertobatlah supaya masih ada kesempatan terhindar dari api neraka.
  • Profile Jalan harus dibuat sedikit cembung agar air mengalir ke saluran air dipinggir-pinggir jalan, kalau dibuat rata, maka air akan tergenang di tengah, jalan berlubang lagi dan proyek lagi, dosa lagi.
  • Pengecoran adalah langkah terbaik, namun perbaikan dengan cara ini memerlukan biaya yang besar. 
  • Jalan tengah solusi: bisa dibuat sebuah Blok Cor Jalan yang berbentuk modular, maksudnya cor beton dengan ukuran tertentu yang bisa digunakan untuk memperbaiki ruas jalan yang sering rusak.
  • Ukuran Blok Cor beton jalan misalnya adalah: 100 cm x 100 cm x 30 cm.
  • Blok cor ini diberi tulang besi anyam yang cukup ukurannya dan bisa saling mengait dengan modul lain untuk menahan beban mobil/kendaraan yang akan melintasinya.
  • Blok Cor beton ini diproduksi oleh Kementerian PU, melalui perusahaan BUMN yang berwenang untuk membuatnya.
  • Pada saat di sebuah tempat terjadi siklus dosa perbaikan jalan, dapat segera ditangani dengan Blok Cor beton ini misalnya ruas rusak sepanjang 3 meter, maka memerlukan Blok Cor beton sebanyak 3 x 4 = 12 unit.




  • Perbaikan saluran air juga bisa menggunakan cor beton apabila dananya cukup



Semoga Indonesia menjadi lebih baik.

Jumat, 05 Juni 2015

Tim Nas






Timnas kita tidak juga membaik, ada harapan harapan yang sudah muncul beberapa waktu lalu tapi kemudian pupus lagi.

Mengapa Tim nas sepakbola kita tetap saja seperti itu? tidak juga ada langkah maju.

Kalau aku diberi kesempatan mengurus tim nas akan aku lakukan hal-hal dengan patokan seperti ini:

  • Seleksi pemain harus benar, bersih dan berkualitas
  • Pelatihan pemain harus benar, ada target dan komitmen
  • Permainan harus sesuai arahan pelatih, berjuang penuh, cerdas dan bertenaga

Seleksi Pemain
 
Seleksi pemain memegang peranan penting, ibarat kalau kita maju berperang maka para pemain timnas adalah jagoan/panglima/laskar perang yang harus bisa diandalkan. Dari 200 juta orang Indonesia, kita bisa saring dengan kriteria sebagai berikut untuk membentuk timnas impian kita semua.

Persyaratan umum  :
  1. Laki laki normal usia 10 s/d 25 tahun.
  2. Tinggi badan minimum 180 cm.
  3. Berat badan ideal sesuai dengan tinggi badan.
  4. Bertubuh sehat dan normal (tidak cacat), bentuk badan proporsional, tidak kegemukan dan tidak terlalu kurus.
  5. Memiliki IQ lebih tinggi dari ukuran normal (minimum 112)
  6. Tidak memiliki penyakit yang menyebabkan stamina turun.
  7. Tidak merokok dan minum alkohol apalagi narkoba.
  8. Menyukai permainan sepakbola.


Mengapa harus tinggi sekali ? Ya! karena permainan sepak bola adalah permainan dimana bola selalu terpental dan melambung, apabila postur tubuh pemain timnas selalu kalah tinggi, jangan berharap bisa menang, sampai kapanpun akan diungguli pemain lawan.

 Persyaratan khusus:
  1. Bisa berlari kencang sprint (jarak pendek) dengan kecepatan minimum : 25 Km per jam
  2. Bisa berlari cepat (jarak panjang) dengan kecepatan minimum 10 Km per jam
  3. Bisa berlari dengan mata tertup kearah tujuan sejauh 10 meter tanpa melenceng tidak lebih dari 30 detik.
  4. Bisa berlari dan bergerak terus dalam lapangan bola selama 90 menit tanpa istirahat.
  5. Bisa melompat dan menjangkau "sesuatu" setinggi 2,5 meter dengan sundulan kepala.
  6. Bisa berlari maju, mundur dan menyamping kanan dan kiri dengan cepat.
  7. Bermental kuat, tidak gampang menyerah.


 Persyaratan ketrampilan dasar pertahanan (tanpa lawan):  
  1. Bisa menahan bola datar dengan sudut 0-45 derajat dengan kaki kanan maupun kiri.
  2. Bisa menahan bola lambung dengan sudut 45-60 derajat dengan paha kanan maupun kiri.
  3. Bisa menahan bola lambung dengan sudut 60-90 derajat dengan kepala, dada dan kaki.
  4. Kuat menahan tendangan bola dengan kecepatan bola 60 Km/jam dan sudut datang 30-45 derajat dari tanah dengan dada.
  5. Bisa menahan bola liar mengarah ke gawang sendiri dengan paha, kaki salto, maupun dengan pembelokan arah bola dengan kepala.
 Persyaratan ketrampilan dasar serangan (tanpa lawan):
  1. Bisa menendang bola dari depan, samping kiri, samping kanan, dan belakang kaki.
  2. Bisa menendang bola dengan kaki kanan dan kaki kiri.
  3. Bisa menendang bola dari titik penalti sendiri dan menjangkau gawang lawan dengan sudut tendangan 45 - 60 derajat.
  4. Bisa menendang bola dari sudut lapangan lawan ke arah gawang lawan dan berhasil masuk tanpa mengenai mistar, baik dengan kaki kiri maupun kanan, baik bola datar maupun lambung.
  5. Bisa menendang bola dari titik penalti lawan ke gawang lawan dan berhasil masuk tanpa mengenai mistar, baik dengan kaki kiri maupun kanan, baik bola datar maupun lambung.
 Persyaratan ketrampilan dasar pertahanan (dengan lawan): 
  1. Bisa berlari menempel lawan pada jarak 1 meter terus mengikuti tanpa melihat lawan yang ditempel, melainkan fokus pada bola.
  2. Bisa memotong bola umpan datar yang lewat tegak lurus didepannya pada jarak lurus 3 meter dengan posisi awal diam.
  3. Bisa memotong bola umpan lambung yang datang dari arah depan, dengan posisi didepan lawan, dan langsung umpan ke posisi belakang untuk pengamanan tidak lebih dari 3 detik.
  4. Bisa memainkan pola umpan segitiga pengamanan dengan 2 pemain tim yang lain, dengan penguasaan bola tidak lebih dari 3 detik harus sudah diumpan lagi.
  5. Mampu melihat posisi teman yang aman dalam waktu 3 detik.
  6. Mampu berlari ke posisi aman dalam waktu 3 detik di daerah sendiri.
  7. Mampu menguasai bola dalam posisi aman dalam waktu 7 detik sebelum segera diumpan, untuk pengaturan posisi tim sebelum penyerangan dimulai.
  8. Bisa melakukan sliding tackle yang bersih dan aman untuk membuang bola keluar lapangan dengan posisi bola 1/4 lapangan menuju gawang tim.
  9. Bisa melakukan heading out bola keluar lapangan
    dengan posisi bola 1/4 lapangan menuju gawang tim.

Persyaratan ketrampilan dasar serangan (dengan lawan): 
  1. Bisa berlari dan menjaga jarak lawan yang menempel dengan jarak hindar 1,5 meter terus menghindar tanpa melihat lawan yang menempel, melainkan fokus pada bola.
  2. Bisa mengumpan bola datar dengan memperhitungkan lawan yang bisa memotong bola umpan yang lewat didepannya pada jarak lurus 3,5 meter.
  3. Bisa memberi bola umpan lambung dengan selalu memperhitungkan bahwa rekan tim selalu pada posisi didepan lawan.
  4. Bisa memainkan pola umpan lambung segitiga serangan dengan 2 pemain tim yang lain, dengan penguasaan bola tidak lebih dari 2 detik harus sudah diumpan lagi.
  5. Mampu melihat posisi teman yang aman dalam waktu 3 detik pada saat penguasaan bola.
  6. Mampu melihat posisi kosong tak terjaga dalam waktu 1 detik.
  7. Mampu berlari ke posisi kosong tak terjaga dalam waktu 2 detik dari kemelut di daerah lawan.
  8. Mampu menguasai bola dalam kondisi akan direbut lawan dalam waktu 5 detik sebelum segera diumpan, 5 detik diperlukan untuk pengaturan posisi serangan tim yang telah disepakati.

Proses Seleksi

Pada saat seleksi hal diatas dilakukan semua yaitu dengan tahap-tahap
  1. Membuka pendaftaran calon pemain tim nas dengan mengisi data pribadi secara online dan jujur, semua orang boleh mengisi, kesempatan dibuka seluas-luasnya dan diiklankan di media masa sebanyak-banyaknya.
  2. Menutup pendaftaran
  3. Melakukan proses penyaringan berdasarkan Jenis kelamin dan usia
  4. Melakukan proses penyaringan berdasarkan tinggi badan
  5. Melakukan proses penyaringan berdasarkan berat badan
  6. Dari data yang tersaring, diminta untuk mengirimkan Foto seluruh badan dan surat keterangan sehat dan normal  dan hasil tes IQ
  7. Melakukan proses penyaringan berdasarkan Postur tubuh, kesehatan dan IQ
  8. Dari data yang tersaring dilakukan uji fisik dan kemampuan untuk menyaring lebih lanjut dengan memusatkan pada stadion di kota-kota besar misalnya Jakarta, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan, Padang, Palembang, Ujung pandang, Palu, Manado, Mataram, Bima, Ende, Ambon, Jayapura. Di kota kota itu akan diuji persayaratan ketrampilan khusus dari point 1 s/d 6
  9. Yang lolos pada tahap ini datanya akan dikirimkan ke pusat untuk proses lebih lanjut.
  10. Data calon pemain timnas yang masuk akan dipanggil untuk diuji secara psikotes apakah calon yang dipanggil tersebut mempunyai mental yang kuat, semua dengan biaya dari PSSI atau negara melalui menpora. Dapat dipusatkan di Indonesia Barat, Indonesia Tengah, dan Indonesia Timur.
  11. Setelah itu calon akan diuji saring lanjutan yaitu: persyaratan ketrampilan dasar pertahanan (tanpa lawan) dan persyaratan ketrampilan dasar serangan (tanpa lawan). Dapat dipusatkan di Indonesia Barat, Indonesia Tengah, dan Indonesia Timur. Calon yang gugur dipersilahkan pulang.
  12. Calon pemain yang masih lolos, diuji lagi dengan tantangan lebih berat yaitu persyaratan ketrampilan dasar pertahanan (dengan lawan) dan persyaratan ketrampilan dasar serangan (dengan lawan). Dapat dipusatkan di Indonesia Barat, Indonesia Tengah, dan Indonesia Timur. Calon yang gugur dipersilahkan pulang.

Proses Pelatihan

Dari semua calon pemain timnas, dilakukan langkah lebih lanjut pembentukan tim danen proses  pelatihan yang bertujuan untuk :
  1. Melatih dan meningkatkan skill individual.
  2. Melatih dan meningkatkan skill kerjasama.
  3. Merancang dan mencoba strategi.
Proses itu diulang setiap hari selama 2 tahun


Latihan ketrampilan individual : 

Adalah melatih ulang semua yang dipersyaratkan di persyaratan ketrampilan dasar pertahanan dan ketrampilan dasar serangan ditambah dengan ketrampilan lanjutan individual



Ketrampilan lanjutan individual
  1. Ketrampilan dribling melewati satu lawan, tanpa bantuan teman
  2. Ketrampilan dribling melewati dua lawan, tanpa bantuan teman
  3. Ketrampilan dribling melewati satu lawan, dengan bantuan teman.
  4. Ketrampilan dribling melewati dua lawan, dengan bantuan teman.
  5. Menciptakan dan mempraktekkan 5 macam gerak tipu dengan bola untuk melewati lawan atau mengumpan.
  6. Menciptakan dan mempraktekkan 5 macam gerak tipu tanpa bola untuk mencari posisi aman.
  7. Menciptakan dan mempraktekkan 5 macam gerak tipu dengan bola berakhir eksekusi di depan kiper lawan.


Latihan ketrampilan kerjasama pertahanan :
  1. Kerjasama membentuk posisi pola pertahanan statis tidak bergerak 3 orang dan mengalirkan bola dengan lancar dari satu pemain ke pemain lain, dengan kecepatan umpan yang tinggi, tanpa lawan (lawan = 0).
  2. Kerjasama membentuk posisi pola pertahanan bergerak dinamis 3 orang dan mengalirkan bola dengan lancar dari satu pemain ke pemain lain, dengan kecepatan umpan yang tinggi, tanpa lawan (lawan = 0).
  3. Kerjasama membentuk posisi pola pertahanan statis dan dinamis dengan  kombinasi perlawanan sbb :
    3 vs 0, 3 vs 1,
    3 vs 2, 3 vs 3, 3 vs 4, 3 vs 5, 3 vs 6, 3 vs 7
  4.  Kerjasama membentuk posisi pola pertahanan statis dan dinamis dengan  kombinasi perlawanan sbb :
    4 vs 0, 4 vs 1,
    4 vs 2, 4 vs 3, 4 vs 4, 4 vs 5, 4 vs 6, 4 vs 7
  5. Kerjasama membentuk posisi pola pertahanan statis dan dinamis dengan  kombinasi perlawanan sbb :
    5 vs 0, 5 vs 1,
    5 vs 2, 5 vs 3, 5 vs 4, 5 vs 5, 5 vs 6, 5 vs 7
  6. Kerjasama membentuk posisi pola pertahanan statis dan dinamis dengan  kombinasi perlawanan sbb :
    6 vs 0, 6 vs 1,
    6 vs 2, 6 vs 3, 6 vs 4, 6 vs 5, 6 vs 6, 6 vs 7

Latihan ketrampilan kerjasama penyerangan :
  1. Kerjasama membentuk posisi pola serangan statis tidak bergerak 3 orang dan mengalirkan bola dengan lancar dari satu pemain ke pemain lain, dengan kecepatan umpan yang tinggi, tanpa lawan (lawan = 0).
  2. Kerjasama membentuk posisi pola serangan bergerak dinamis 3 orang dan mengalirkan bola dengan lancar dari satu pemain ke pemain lain, dengan kecepatan umpan yang tinggi, tanpa lawan (lawan = 0), diakhiri dengan eksekusi bola goal ke gawang lawan.
  3. Kerjasama membentuk posisi pola serangan statis dan dinamis dengan  kombinasi perlawanan sbb :
    3 vs 0, 3 vs 1,
    3 vs 2, 3 vs 3, 3 vs 4, 3 vs 5, 3 vs 6, 3 vs 7
  4.  Kerjasama membentuk posisi pola serangan statis dan dinamis dengan  kombinasi perlawanan sbb :
    4 vs 0, 4 vs 1,
    4 vs 2, 4 vs 3, 4 vs 4, 4 vs 5, 4 vs 6, 4 vs 7
  5. Kerjasama membentuk posisi pola serangan statis dan dinamis dengan  kombinasi perlawanan sbb :
    5 vs 0, 5 vs 1,
    5 vs 2, 5 vs 3, 5 vs 4, 5 vs 5, 5 vs 6, 5 vs 7
  6. Kerjasama membentuk posisi pola serangan statis dan dinamis dengan  kombinasi perlawanan sbb :
    6 vs 0, 6 vs 1,
    6 vs 2, 6 vs 3, 6 vs 4, 6 vs 5, 6 vs 6, 6 vs 7

Latihan skill strategi :
  1. Merancang 30 macam posisi pola serangan, menghapal, dan mencoba posisi pola serangan tersebut tiap hari.
  2. Merancang 30 jurus serangan, sebagai langkah lanjut dari 30 macam posisi pola serangan. Jurus yang dimaksud adalah gerakan tim yang mengarah ke posisi lemah lawan.
  3. Melihat pola gerakan lawan, dan menentukan kapan harus menghentikan serangan lawan agar tidak kebobolan.
  4. Melihat pola gerakan lawan dan menentukan jurus apa yang terbaik untuk menyerang. Komando dan kode nomor jurus yang dipakai dengan melihat kode ke kapten tim. Harus ada kode yang disepakati apabila mau berganti jurus serangan.
  5. Melatih jebakan offside untuk satu, dua, atau tiga orang lawan.
Target latihan
Harus ditentukan target pencapain secara individual dan tim, dinilai dalam bentuk score dan diumumkan keseluruh anggota timnas contoh 

Nama           Anton
Item latihan  Sprint
Target           30 Km/jam
Pencapaian  29 Km/Jam


Item latihan  pola serangan statis 3 vs 0
Target           gol di detik ke 10
Pencapaian  gol di detik ke 15



Kebutuhan Training partner

Untuk pelatihan diatas membutuhkan jumlah training partner yang tidak sedikit, karena satu orang bisa dilatih-lawan oleh  banyak orang. untuk itu maka calon timnas yang gagal melewati saringan dapat dipanggil untuk menjadi training partner dengan gaji yang wajar. Biaya training partner ini harus dibiayai oleh PSSI atau negara melalui Menpora.







Kamis, 04 Juni 2015

Mengapa kita hidup seperti ini?




Melihat penduduk yang semakin lama semakin padat di Jabodetabek, membuat perasaan kita miris. Semakin hari semakin tidak tertampung. Kehidupan semakin berat, harga kebutuhan dan biaya hidup semakin mahal, menyebabkan orang melakukan apapun yang penting bisa hidup dan makan.

Dahulu orang tua kita di daerah pulang sampai rumah jam 4 sore, jam 5 sudah mandi dan baca koran sambil minum kopi, jam 6 sudah ngobrol di beranda dengan tetangga, jam 7 sudah nonton warta berita nasional di TVRI.

Saat ini kita semua pulang rumah diatas jam 8 sudah sangat biasa, semua "kenikmatan" yang dikecap orang tua kita sudah tidak kita nikmati lagi. Saat saat jam emas itu kita sibuk dengan pekerjaan kantor, dan selebihnya berjuang untuk bisa pulang dan sampai rumah dengan secepat mungkin.

Kalau kita sudah biasa pulang jam 8, 9 atau 10 malam nyampe rumah, bagaimana dengan nasib anak-anak kita nanti? apakah mereka akan pulang lebih larut lagi? Jam 12 malam mungkin atau bahkan tidak pulang sama sekali?

Karena ada pepatah " Apabila kamu ingin mendapat lebih, maka berikan lebih banyak dari pada orang lain". Maka terjadilah persaingan di semua karyawan, karena mereka ingin naik gaji dan dipromosikan. Saat si A pulang jam 5, maka si B akan pulang jam 6, dan si C akan pulang jam 7, dan seterusnya berputar dan berlarut-larut.

Dengan kondisi yang semakin susah ini, karena harga-harga yang dirasa semakin "naik" maka apabila jaman dulu cukup seorang ayah yang bekerja dan kebutuhan dirasa bisa dipenuhi, sekarang harus ayah dan ibu bekerja bersama, namun itupun dirasa  tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Apakah ada yang aneh di hidup kita saat ini?

Saya kadang berpikir mungkinkah kondisi ini disebabkan oleh perubahan jaman yang mengarah ke hal yang tidak baik. Kebutuhan semakin banyak, dan manusia harus bekerja semakin keras. Apakah yang menyebabkan itu semua? gaya hidup? Teknologi? bahan makanan pokok makin mahal, luas lahan yang menyempit atau apa?

Pemikiran ekstrem yang muncul kadang menuduh kondisi ini diperburuk karena perempuan yang ada sekarang hampir semuanya "bekerja" dan merebut peluang pekerjaan para laki-laki untuk mencari nafkah. Maksudnya kalau seorang laki-laki bekerja adalah untuk isteri dan anak-anaknya, sedangkan kalau perempuan bekerja itu biasanya adalah untuk tambahan pendapatan. Dengan semua perempuan ikut bekerja di lahan yang sama dengan para laki-laki maka kesempatan seorang laki-laki untuk dipromosikan, naik gaji, atau mendapat rejeki lebih menjadi mengecil.

 
Hal ini kadang memicu ketakutan laki-laki untuk menikah, karena laki-laki akan minder dengan perempuan yang pendapatannya lebih besar. Juga apabila gajinya sama tetap ada rasa takut juga kalau sudah menikah nanti tidak bisa memenuhi kebutuhan sekunder seperti alat komunikasi, rumah, kendaraan dan yang paling ditakutkan tidak bisa menghidupi dan menyekolahkan anaknya dengan baik.

Pada saat terjadi keadaan dimana laki-laki enggan atau menolak menikah maka korbannya adalah perempuan juga, karena dengan siapa perempuan akan menikah kalau tidak dengan laki-laki. Dan akhirnya bukan hal yang aneh laki-laki dan perempuan sama-sama tidak menikah di jaman ini, walaupun mereka saling membutuhkan.

Apakah kalau perempuan mau mengalah untuk tidak bekerja maka keadaan akan lebih baik? Apakah kita kena kutukan dari apa yang disebut emansipasi, atau apakah orang Jawa salah kalau berpendapat bahwa "perempuan sebaiknya macak(berhias), masak dan manak(mengurus anak) saja". Silakan menikmati jaman yang semakin edan ini...



Pengarang